by

Preview Indonesia U-19 vs Thailand U-19: Bungkam Sesumbar Lawan

BEKASI — Timnas Indonesia U-19 akan menghadapi Thailand U-19 di laga ketiga Grup A Piala AFF U-19 2022, malam ini. Ini adalah duel yang wajib dimenangi Pasukan Garuda.

Meski bukan laga hidup mati, pertandingan ini super vital bagi anak asuh Shin tae-yong. Jika sampai imbang apalagi kalah, peluang untuk lolos ke babak semifinal bakal sangat sulit.

Selain karena Tim Garuda bermain imbang kontra Vietnam di pertandingan perdana, jadwal juga lebih menguntungkan pesaing mereka. Seperti diketahui, Thailand dan Vietnam baru bertemu di pertandingan terakhir Grup A.

Dalam skenario bisa lolos bersama atau keduanya berpeluang tersingkir jika kalah, Thailand dan Vietnam jelas tidak akan mau mengambil risiko. Jadi, jika ingin menentukan nasib sendiri, anak asuh Shin Tae-yong harus bisa mengalahkan tim negeri  Gajah Putih malam nanti.

Tak hanya menentukan nasib sendiri, kemenangan ini juga akan membungkam sesumbar dan mulut besar kubu Thailand. Pelatih Thailand, Salvador Valero Gracia dalam wawancara dengan tegas mengatakan dirinya ingin mempermalukan Indonesia di Stadion Patriot Candrabhaga.

“Besok (malam ini) saya berharap menang,” kata Salvador Valero Gracia kepada wartawan setelah menggasak Myanmar dengan skor 3-0 pada Senin malam.

Melalui akun Twitter pribadinya, Salvador Valero Gracia mempertegas ambisinya mengalahkan Indonesia. “Besok (malam nanti) melawan tuan rumah Indonesia di depan atmosfer tuan rumah akan menjadi tantangan besar, ayo bersiap!” cuit Salvador Valero Gracia pada Selasa, 5 Juli kemarin.

Salvador Valero Gracia yang akan memberikan penjagaan khusus pada Marselino Ferdinan juga mengklaim anak asuhnya punya keuntungan lantaran Indonesia tidak akan diperkuat kaptennya, Muhammad Ferrari. Bek Persija Jakarta itu harus absen setelah cedera di laga perdana kontra Vietnam.

“Itu akan menjadi keuntungan bagi Thailand ketika Indonesia akan mengubah permain karena masalah personel. Kami sudah menganilisis Indonesia dalam kemenangan atas Brunei dan laga pembukan melawan Vietnam,” jelas Salvador Garcia dikutip dari The Thao247.

Tapi komentar-komentar Salvador Valero Gracia jelas bukan gertak sambal. Sejarah pertemuan kedua negara menunjukkan Thailand U-19 memang sangat superior.

Tim Garuda dan Gajah Putih sudah tujuh kali berduel di Piala AFF U-19. Dari seluruh laga itu, Thailand menang enam kali termasuk kemenangan 3-2 dalam drama adu penalti pada Piala AFF U-19 2017. Di pertemuan terakhir 2018 silam, Thailand menang tipis 2-1.

Satu-satunya kemenangan Tim Garuda dicatatkan Evan Dimas dan kawan-kawan ketika menjadi jawara di Piala AFF 2013. Saat itu, Indonesia menang dengan skor 3-1.

Selain itu, kondisi pemain Thailand juga jauh lebih bugar. Kendati sama-sama hanya berjeda sehari, Salvador Valero Gracia mengatur timnya dengan sangat baik. Dalam laga kontra Myanmar, ia mengubah delapan starter. Hanya kiper Narongsak Naengwongsa serta Thawatchai Inprakhon dan Sittha Boonlha yang turun sejak menit pertama.

Bandingkan dengan Indonesia. Shin Tae-yong hanya melakukan empat perubahan dalam barisan starternya. Makanya, masuk akal jika pelatih asal Korsel itu memilih merendah.

“Memang menurut saya, Thailand adalah tim paling kuat di Asia Tenggara. Makanya, saya nonton pertandingan Thailand U-19 lawan Myanmar. Saya akui memang mereka tim paling kokoh di grup kita,” kata Shin dalam jumpa pers.

Untungnya, Indonesia punya pemain “ke-12” yang akan meneror Thailand dari tribun. Bagi Shin, dukungan dari suporter ini sangat mereka butuhkan untuk mengalahkan Thailand yang saat ini memimpin klasemen dengan poin enam. “Kami mohon dukungan penuh dan doa dari masyarakat Indonesia,” ujar Shin.

Ronaldo Kwateh yang mencetak satu gol mewakili pemain berharap mereka bisa tampil bagus di laga nanti. “Semoga di laga melawan Thailand U-19, kami bisa memberikan yang terbaik,” kata pemain Madura United tersebut.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan secara khusus memompa semangat Marselino Ferdinan dkk. “Permainan makin membaik. Umpan-umpan juga terlihat kian membahayakan gawang lawan. Tetap jaga kondisi agar bisa tampil lebih paten saat menghadapi Thailand,” tegas Iriawan di situs resmi PSSI.

Iriawan sendiri percaya Shin membuat keputusan bagus dengan pergantian pemain di awal babak kedua ketika Indonesia sudah unggul 6-0 atas Brunei. “Bermain dua kali sehari pasti menguras fisik pemain. Jadi bagus ketika kita sudah unggul banyak, kemudian dilakukan pergantian pemain starter,” jelas Iriawan.

Marselino dan Ronaldo yang ditarik di awal babak kedua dipastikan akan kembali menjadi starter menghadapi Tim Gajah Perang. Dengan empat golnya ke gawang Brunei Darussalam, Hokky Caraka juga berpeluang besar turun sejak awal.

Dalam formasi 3-4-3 atau 5-3-2, tiga bek dan kiper yang sejauh ini belum pernah jebol juga sulit tergantikan. Dengan demikian, peluang rotasi hanya mungkin dilakukan Shin di sektor gelandang atau bek sayap. Kecuali kalau sang pelatih ingin mengubah formasi dan bermain dengan empat bek. (amr)

Prakiraan Pemain

Indonesia U-19 (5-3-2): Cahya Supriadi; Raka Cahayana, Ahmad Rusadi, Marcell Januar, Kakang Rudianto, Edgar Amping; Arkhan Fikri, Marselino Ferdinan, Subhan Fajri; Ronaldo Kwateh, Hokky Caraka

Thailand U-19 (4-3-3): Narongsak Naengwongsa; Pornsawan Sankla, Thawatchai Inprakhon, Chanapach Buaphan, Sittha Boonlha; Kakana Khamyok, Kasidit Kalasin, Winai Aimoat; Thanawat Saipetch, Waris Choolthong, Nattakit Butsing

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Berita Lain-nya